Investasi Energi Terbarukan Dunia Meningkat

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulu Belu di Tanggamus, Provinsi Lampung, mulai dioperasikan sejak Januari 2013 | Kompas.com

Investasi di energi terbarukan kembali bangkit dipicu oleh investasi di energi surya dan angin. Investasi energi terbarukan kembali naik 17% dengan nilai $270 miliar pada 2014 setelah sempat mengalami penurunan selama 2 tahun sebelumnya.

Kenaikan investasi di energi terbarukan ini sangat istimewa karena berhasil mengalahkan tantangan dari harga minyak yang terus turun.

Kapasitas energi terbarukan naik hingga 103 GW atau setara dengan kapasitas seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) – 158 PLTN – yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam berita Program Lingkungan PBB yang dirilis Selasa, 31 Maret 2015.

Negara yang memberikan kontribusi instalasi tenaga surya terbesar adalah China dan Jepang. Sementara rekor baru investasi proyek energi angin lepas pantai di Eropa membantu mendongkrak investasi EBT dunia di 2014.

Terus menurunnya biaya instalasi energi terbarukan – tidak hanya surya namun juga energi angin – menjadi salah satu alasan dibalik peningkatan investasi EBT.

Setiap dollar yang diinvestasikan di energi terbarukan menghasilkan kapasitas yang jauh lebih besar dibanding kapasitas yang dihasilkan oleh investasi sebelumnya. Pada 2011 misalnya investasi EBT naik sebesar $279 miliar namun hanya menghasilkan kapasitas baru sebesar 81GW.

Bersama-sama, energi angin, surya, biomassa, pembangkit listrik tenaga sampah, panas bumi, micro hydro dan energi samudra saat ini menyumbang sekitar 9,1% listrik dunia di 2014, naik dari hanya 8,5% pada 2013.

Menurut UNEP dengan proporsi EBT yang terus meningkat, polusi CO2 juga bisa terus dikurangi. China menempati rangking pertama dalam investasi di energi terbarukan dengan rekor baru investasi sebesar $83,3 miliar pada 2014, naik 39% dari tahun 2013.

Amerika Serikat ada di posisi kedua dengan nilai investasi $38,3 miliar atau naik 7%. Posisi ketiga diduduki Jepang dengan nilai investasi sebesar $35,7 miliar, naik 10% dan menjadi rekor investasi tertinggi bagi Negara Matahari Terbit ini.

Sumber: Hijauku.com