UNESCO Dorong Aceh Dirikan Badan Pengelola Leuser

Ilustrasi hutan Aceh | Foto: google.com

Takengon – Komite Nasional UNESCO dalam Man and the Biosphere Programme (MAB) mendorong pemerintah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara untuk segera menetapkan lembaga Cagar Biosfer Gunung Leuser  untuk mempromosikan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam perspektif lingkungan.

“Kami berharap Pemerintah Aceh dan Sumatera Utara segera membentuk lembaga untuk Leuser Cagar Biosfer karena Leuser didirikan sebagai cagar biosfer pada tahun 1981,” kata Ketua MAB-UNESCO Komite Nasional, Enny Sudarmonowati, Jumat (14/9/2018) di sela-sela mengunjungi Desa Kupi Tebes Lues di Kabupaten Aceh Tengah.

Sudarmonowati menjelaskan bahwa lembaga tersebut merupakan bentuk komitmen dari pemerintah daerah yang wilayah yang termasuk dalam zona cagar biosfer. Lembaga ini dikelola di bawah lintas sektoral sistem.

Menurut dia, lembaga ini dapat bergantian dikelola antar provinsi karena Kawasan Ekosistem Leuser berada di wilayah meliputi Aceh dan Sumatera Utara.

“Kami mengharapkan lembaga ini akan didirikan dalam satu tahun. Kehadiran lembaga ini akan menjadi sangat penting untuk melakukan branding dan mempromosikan Leuser Cagar Biosfer yang lebih baik,” ujar Sudarmonowati. Dia menambahkan bahwa tanpa lembaga, pemerintah provinsi akan sulit untuk branding dan promosi Leuser Cagar Biosfer.

Cagar biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui MAB-UNESCO program. Situs ini mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan SDGs berdasarkan pada upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang dapat diandalkan.

Cagar biosfer adalah suatu kawasan yang menjelaskan hubungan yang harmonis pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan.

“Ini berarti bahwa pembangunan di daerah ini dilakukan dalam harmoni antara manusia dan lingkungan alam tanpa merusak hutan,” katanya.

Sudarmonowati menunjukkan bahwa Leuser Cagar Biosfer memiliki kombinasi dari tiga fungsi, yaitu logistik, penelitian, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua fungsi-fungsi ini akan memberikan nilai tambah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa depan.

Menurut dia, Leuser Cagar Biosfer lembaga, yang melibatkan semua sektor, juga akan mengupayakan pencapaian target SDGs program.

Sudarmonowati menambahkan bahwa Gayo Alas Gunung International Festival (GAMIFest) adalah juga bagian dari program percepatan pembangunan di wilayah tengah Aceh.

“Acara yang diadakan di empat kabupaten dan kota di wilayah tengah Aceh, juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan Leuser Cagar Biosfer,” katanya.[]

Sumber: antara 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *