Patroli Kehutanan Temukan Pengrusakan Hutan Rawa Tripa

Hutan gambut Rawa Tripa | Foto: M. Nizar Abdurrani

Nagan Raya – Tim Bagian Pengelolaan Kesatuan Hutan (BPKH) Wilayah V melakukan patroli bersama pegiat lingkungan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) terkait adanya informasi aktivitas di hutan. Bahkan ada informasi warga yang melihat orangutan masuk ke wilayah kebun durian warga.

Tim  bersama ini menemukan aktivitas pengrusakan hutan lindung Rawa Tripa secara besar-besaran, di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Kepala BPKH Wilayah V Alu Bilie, Atiska Alian, di Nagan Raya, Rabu (12/12/2018), mengatakan, pengrusakan hutan gambut Rawa Tripa dilakukan dengan menggunakan alat berat eksavator yang diduga untuk pembukaan lahan baru.

“Yang digarap ini masuk dalam kawasan hutan lindung Rawa Tripa yang wajib dijaga karena tempat hidupnya habitat satwa yang dilindungi. Kejadian ini akan berdampak pada kehidupan satwa – satwa yang tinggal di sini,” katanya.

Perambahan hutan pada satu titik lokasi yang ditemukan itu masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser yang wajib dijaga kelestariannya, karena hutan Rawa Tripa menjadi penyangga serta habitat orangutan dan satwa lainnya.

“Dampaknya bukan hanya kepada masyarakat sekitar, tapi juga pada satwa-satwa. Dalam tiga hari yang lalu ada orangutan yang telah turun ke perkebunan warga untuk mencari makan,” sebutnya.

Saat ini luas kawasan Rawa Tripa diperkirakan tersisa 1.606 hektare di wilayah Nagan Raya.

Atiska Alian, menyampaikan, titik lokasi yang ditemukan tersebut masih dalam Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya. Aktivitas di kawasan hutan setempat telah diketahui sekitar tiga bulan lalu, sehingga saat ini mulai terlihat dampaknya.

“Kami akan terus menggencarkan patroli dan pemantauan ke dalam hutan agar kawasan yang dirambah tidak semakin meluas,” sebutnya.

Informasi dihimpun dari warga Nagan Raya, bahwa lokasi yang saat ini diduga digarap oleh warga tersebut, masuk dalam area lahan bekas garapan PT Kalista Alam (KA), yang telah dicabut izin usaha perluasan dan direncanakan menjadi kawasan konservasi.

Sumber: antaranews.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.