Minggu Depan Sidang Pembunuhan Gajah Dimulai

Genk yang ditemukan tewas mengenaskan terkena jerat tombak warga, Juli 2013 | Foto: Fakhrizan Mahyeddin

Kasus pembunuhan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Sampoinet Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada 13 Juli 2013, akan mulai persidangan di PN Calang, minggu depan. Proses hukum pembunuhan gajah yang diberi julukan ‘Papa Genk” telah berjalan selama empat bulan. Gading gajah mati ini kemudian diambil oleh para tersangka.

Ada 14 orang menjadi tersangka dalam kasus ini. Semua warga Desa Ranto Sabon, tempat Genk dibunuh, termasuk keuchik (kepala desa).

Polres Aceh Jaya telah melimpahkan berkas pembunuhan satwa dilindungi itu kepada Kejaksaan Negeri Calang pada 12 November lalu berikut barang bukti sepasang gading dan alat pembunuh gajah seperti kampak, tombak dan pohon. Penyelidikan kasus ini berjalan setelah masyarakat Desa Ranto Sabon menyerahkan sendiri gading Genk dan alat bukti lain awal Agustus lalu.

Sebelumnya, penyelidikan kasus pembunuhan ini sempat terkendala karena ada perlawanan dari masyarakat Desa Ranto Sabon. Namun,  atas jaminan tokoh masyarakat setempat termasuk Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman, warga mendatangi kantor polisi, bersedia diperiksa.

Setidaknya, ada 30 warga desa diperiksa sebagai saksi. Hasil pemeriksaan ditetapkan 14 tersangka. Amiruddin, Kepala Desa Ranto Sabon, mengatakan, pembunuhan Genk diketahui dan disetujui seluruh warga yang musyawarah di Meunasah. Mereka beralasan Genk harus dibunuh karena meresahkan warga dan menimbulkan kerugian. Sebab,  banyak kebun warga dirusak.

AKBP Abdul Azas Siagian, Kapolres Aceh Jaya beberapa waktu lalu, menyebutkan, para tersangka itu tidak ditahan polisi, karena sudah ada jaminan mereka akan kooperatif. “Empat belas tersangka tidak kita tahan.”

Kasus pembunuhan Genk mencuat ke publik setelah ada kampanye melalui sosial media yang menarik perhatian banyak orang di Indonesia. Bahkan sampai ke luar negeri. Kampanye oleh para penyayang satwa meminta kasus pembunuhan itu diusut tuntas. Sebuah petisi juga dilayangkan anak muda Aceh Aulia Ferizal untuk mengusut pembunuhan Genk.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono merespon kampanye itu melalui akun twitter mereka. Presiden mengintruksikan Kementrian Kehutanan dan Polda Aceh mengusut tuntas kasus itu dan mencegah kasus serupa terjadi.

Gajah Mati Lagi
Seekor anak gajah Sumatera betina diperkirakan enam tahun, ditemukan mati di sungai oleh warga beberapa hari lalu di Desa Masen Kecamatan Darul Hikmah Kabupaten Aceh Jaya. Menurut keterangan Badrul Ali, Staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Jaya, Selasa (3/12/13),  gajah mati diduga terseret arus banjir dari hulu sungai di hutan.

Warga menemukan anak gajah mengapung di sungai dekat desa. “Kami berencana mengubur gajah itu,” kata Badrul. Selama 2013, tercatat delapan gajah Sumatera mati di Aceh. Tahun 2012 ada 14 gajah mati sebagian besar dibunuh.

Sumber: mongabay.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *