Siswa SMP buat Pupuk Organik dari Sampah Buah

Ilustrasi | Foto: Robbie Ribeiro/stock.xchng

Sekelompok pelajar SMP 1 Rangkas Bitung, Provinsi Banten, membuat pengolahan sampah bonggol pisang menjadi mikroorganisme lokal, salah satu jenis Pupuk organik cair (POC). POC  adalah larutan dari pembusukan berbagai bahan organik, seperti sisa-sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia, yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur.

Pembuatannya terbilang mudah juga. Mikroorganisme lokal merupakan larutan hasil fermentasi yang berasal dari pembusukan yang mudah terurai. Dengan adanya mikroorganisme lokal, maka akan memudahkan petani menggunakan pupuk cair bersifat organik, sehingga penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi.

Biaya yang dibutuhkan pun murah. Bahan bisa didapat dari macam-macam buah yang hampir busuk—pisang, pepaya, mangga, mentimun— serta campuran gula merah dan air kelapa.

Kelebihan POC di antaranya adalah cepat mengatasi defisiensi hara dan tidak masalah dalam pencucian hara.

Para pelajar yang melakukan pengembangan ide pemanfaatan ini ialah Raditya Maulidhan Nugraha, Pieter Edward Riwu, dan Ria Yuliati.

Melalui proyek ini ketiganya di bawah pendampingan guru mereka Corina Margaretha, masuk sebagai salah satu nominator Kompetisi Anak dan Remaja Bumiku Rumahku untuk Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan.

Sampah bonggol pisang yang mereka olah ke pupuk menjadi berguna dan punya nilai ekonomi.

Sumber: NatGeo Indonesia