USAID Lestari Kerjasama Kembangkan Kakao Organik Aceh

Ilustrasi kakao | Foto: int

USAID LESTARI akan menandatangani Perjanjian Kemitraan Publik-Swasta (PPP) pertamanya kemarin, Senin (9/4/2016)  dengan perusahaan swasta PT Kampung Kearifan Indonesia, pemilik merek JAVARA, untuk mengembangkan bisnis kakao organik di provinsi Aceh. Acara penandatanganan akan dihadiri oleh perwakilan USAID/Indonesia, JAVARA, dan LESTARI.

PPP adalah salah satu skema kemitraan yang dapat menyelaraskan tujuan dan kepentingan sektor bisnis dan sektor publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang bertanggung jawab baik secara sosial maupun lingkungan, serta berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan mengembangkan PPP di bidang kakao organik, USAID LESTARI dan JAVARA berharap dapat menggabungkan kekuatan dalam memperluas akses teknologi dan inovasi guna menghubungkan petani ke pasar yang lebih baik, memfasilitasi pengembangan inisiatif berkelanjutan yang mendukung usaha berskala masyarakat yang penting bagi penghidupan setempat sekaligus mengurangi tekanan terhadap hutan dengan meningkatkan peluang kerja/pendapatan bagi masyarakat yang tergantung pada hutan sebagai ganti komitmen mereka untuk tidak lagi merambah kawasan hutan.

Proyek USAID LESTARI mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) serta melestarikan keanekaragaman hayati di ekosistem hutan dan mangrove yang kaya karbon dan signifikan secara biologis. Hal ini dicapai melalui peningkatan tata kelola penggunaan lahan, perbaikan pengelolaan kawasan lindung dan perlindungan spesies penting, praktek-praktek sektor swasta dan industri yang berkelanjutan, serta perluasan konstituensi bagi pelestarian di antara para pemangku kepentingan. Ini adalah suatu proyek kerja sama antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia melalui perjanjian antara BAPPENAS dan USAID. Kegiatan-kegiatan LESTARI ditargetkan pada enam lanskap strategis di enam pulau terbesar di Indonesia (bagian utara Sumatera, Kalimantan Tengah, dan Papua).

JAVARA adalah merek asli Indonesia yang didirikan oleh Helianti Hilman, Pendiri dan Chief Executive Officer PT. Kampung Kearifan Indonesia serta pemegang merek dagang JAVARA. JAVARA beroperasi pada rantai nilai sektor pertanian, mulai dari produksi hingga distribusi dalam rangka melestarikan keanekaragaman hayati pangan Indonesia dan kearifan lokal serta membawa produk organik berbasis masyarakat ke pasar yang lebih luas.

Saat ini JAVARA bekerja sama dengan lebih dari 50.000 petani dan 2.000 produser makanan, menjual lebih dari 600 produk kerajinan makanan premium menggunakan prinsip- prinsip beretika dan telah mengekspor produk ke 19 negara di 4 benua. JAVARA telah memposisikan diri sebagai perusahaan sosial di Indonesia yang bekerja sama dengan petani, pengrajin makanan, dan pejuang keanekaragaman hayati setempat untuk menghidupkan kembali dan mempertahankan warisan Indonesia.

Di Lanskap Aceh, kakao telah diidentifikasi sebagai komoditas berpotensi tinggi untuk mendukung penghidupan masyarakat setempat. Pengembangan rantai nilai kakao merupakan suatu strategi pembangunan rendah emisi yang dapat memberikan manfaat positif bagi para petani, pebisnis kakao dan lingkungan hidup. Pengembangan PPP ini diharapkan mencapai tujuan-tujuan berikut: pengurangan emisi GRK berbasis lahan dan perbaikan kondisi pelestarian keanekaragaman hayati, peningkatan pendapatan bagi para petani kakao, pembukaan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat yang tergantung pada hutan sebagai ganti dari komitmen mereka untuk tidak merambah kawasan hutan lebih lanjut, serta peningkatan produktivitas dan kualitas kakao.

Ini akan dimulai dengan peningkatan kegiatan-kegiatan pertanian dan pengelolaan lingkungan maupun pengembangan suatu sistem pasar yang memberi dorongan bagi produksi kakao yang memenuhi standar kualitas tertentu. Kegiatan awal di lapangan telah dimulai di 12 kecamatan yang terletak berdekatan atau berbatasan dengan hutan di Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *