Hari-hari “Besar” Lingkungan

Ilustrasi | Foto: int

Jika kita melihat kalender lingkungan, akan ada banyak event-event yang patut untuk dirayakan. Sebut saja Hari Bumi, Hari Lingkungan, Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Hari Lahan Basah dan berbagai hari-hari lainnya. Pada dasarnya hari-hari tersebut tidak beda dengan hari-hari lainnya akan tetapi pada hari-hari tersebut telah terjadi peristiwa bersejarah di bidang lingkungan.

Misalnya saja Hari Lahan Basah Sedunia, yang diperingati pada tanggal 2 Februari setiap tahunnya. Tanggal ini merupakan hari ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah, yang disebut Konvensi Ramsar, pada 2 Februari 1971 di Kota Ramsar, kota yang terletak di pantai Laut Kaspia di Iran. Hari Lahan Basah Sedunia diperingati pertama kali pada tahun 1997.

Sebenarnya kita tak harus menjaga lingkungan pada hari-hari “besar” lingkungan tersebut. Seyogyanya menjaga lingkungan dilakukan setiap hari. Tapi sebagai manusia, tentu saja memperingati sebuah even akan menjadi kegiatan yang menarik, yang bisa mencari perhatian massa atau publik. Itulah sebabnya pada hari-hari “besar” tersebut banyak badan pemerintah atau lembaga yang peduli lingkungan menyelenggarakan berbagai even.

Celakanya kita sering terlupa setelah melakukan “pesta” peringatan tersebut. Seolah-olah cukup pada hari tersebut saja kita peduli, selanjutnya terserah Anda. Ini tidak benar. Misalnya kita ambil saja mengenai isu lahan basah. Isu ini terus saja naik-tenggelam seiring dengan peristiwa-peristiwa lain yang terjadi di sekitar kita.

Lahan basah seperti hutan bakau, rawa-rawa dan daerah pinggiran pantai sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Seolah-olah lahan basah bukan bagian penting dari kehidupan manusia. Tapi lihat saja bagaimana lahan basah telah memberi kehidupan bagi manusia dan membantu manusia dari bencana alam. Manusia sudah mengeksploitasi lahan basah tanpa peduli gerakan penyelamatannya. Sudah saatnya manusia berhenti melakukan tindakan durjana ini.

Jadi sudah saatnya memelihara lingkungan dilakukan setiap saat dan setiap hari. Ini ibaratnya menghirup udara, selalu kita lakukan tanpa perlu perencanaan, otomatis dan menjadi bagian dari hidup.[m.nizar abdurrani]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *