Mental Inlander Lingkungan Indonesia

Leonardo DiCaprio dan Adrien Brody menyebrang sungai alas | Foto: http://gunungleuser.or.id

Kedatangan bintang papan atas Hollywood, Lenardo DiCaprio, ke Hutan Leuser Aceh, Minggu (27/3/2016) membuat heboh masyarakat Indonesia terutama para aktivis lingkungan. Kedatangan ini bisa disebut diam-diam karena sebelumnya tidak ada publikasi atau sinyal perihal kedatangan aktor yang memenangkan piala oscar awal Maret 2016 lalu. Sebenarnya dalam beberapa tahun belakangan ini, dia bermetamarfosis menjadi seorang yang sangat peduli lingkungan. Leo membuat sejumlah pernyataan tentang kondisi lingkungan terkini. Termasuk pidatonya saat menerima Oscar pun sarat dengan pesan-pesan menjaga lingkungan.

Lantas apa yang aneh dari kedatangan Leo ke Hutan Leuser, hutan dimana sejumlah hewan kunci yang nyaris punah masih bisa hidup bersama? Leo datang bersama aktor watak Hollywood lain yaitu Adrien Brody, mengunjungi sejumlah situs-situs konservasi satwa liar. Mereka ditemani oleh sejumlah aktivis lingkungan lokal. Masyarakat setempat pun tak mau ketinggalan momen langka ini, berebut mendekati kedua aktor dan syukur-syukur bisa foto bareng.

Kehebohan karena datangnya bintang kawakan ini memang wajar. Maklum mereka adalah bintang top kelas dunia. Bagi yang suka menikmati film Amerika, keduanya tentu saja akrab wara-wiri dalam sejumlah film berkelas. Tiba-tiba sudah sampai ke Aceh, tentu menimbulkan kegemparan dalam tanda positif. Apalagi Leo dan Adrien menjadi sarana kampanye yang efektif menembus ke seluruh dunia.

Sejumlah media massa memuat berita kedatangan mereka. Timeline berseliweran perbincangan mengenai keduanya, terutama di medsos nya aktivis lingkungan. Saya sedikit terhenyak, kemarin-kemarin pada kemana ya orang-orang saat aktivis lokal sibuk berjuang melawan perusakan lingkungan?

Mental inlander bangsa Indonesia belum sepenuhnya hilang. Saat orang asing yang datang, kita ramai-ramai mengelukannya seolah-olah mereka lah penyelamat satu-satunya. Sementara yang lokal capek berkoar-koar namun tidak mendapat perhatian yang setimpal. Bangsa asing datang, populer dan kaya, langsung mendapat kehormatan setinggi gunung. Padahal setelah mereka pulang dan sampai di rumahnya masing-masing, siapa yang terus berjibaku menghadapi penebangan hutan?

Dulu situasi yang mirip juga terjadi saat aktor Amerika Harrison Ford datang ke Jakarta, pada September 2013. Ford sempat dikabarkan loncat-loncat ke atas meja di Kementerian Kehutanan saking kesalnya terhadap rusaknya hutan Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari media dan masyarakat. Ford pun menjadi pahlawan pembela lingkungan. Persis sama dalam film-filmnya dimana dia sebagai petualang selalu menjadi pahlawan. Kita pun mengelu-elukannya.

Jadi saran saya kurangi lah sedikit mental inlander itu. Kalau bisa hilangkan secara total. Bukannya saya apriori dengan kedatangan mereka tapi cobalah berlaku lebih adil. Dengarlah aktivis lokal berbicara, jangan selalu tunggu yang asing. Yang lokal lah yang berjuang keras. Memang dunia bekerja seperti ini, selalu menganggungkan siapa yang populer dan kaya. []

4 Responses to Mental Inlander Lingkungan Indonesia

  1. Bener juga yah… pakai barang aja mendahulukan yang bermerk walaupun KW3 gampang rusak…

  2. djoko Soewarno says:

    it is actually good for advertise our nature and nature protection from extinction
    since voice or action from famous people has publication wider

  3. djoko Soewarno says:

    yet, i bit dont like ford as well, seems he’s very arrogant

  4. Dian Yuniarti says:

    Kalau menurut saya sih tidak ada yang salah kalau kita mengelukan Leo.. Wajar saja karena dia public figure yang followernya jutaan yang tentunya bisa buat campaign dan kesadaran publik.. Untuk aktivis lokal, saya tidak meragukan mereka, tapi justru bukannya terbantukan dengan datangnya Leo? Penyadaran masyarakat jadi lebih mendunia. Disini Leo dan aktivis sebenarnya bisa bekerja sama dan bisa punya kekuatan lebih karena adanya brand ambassador.. Berbagi peran.. Jadi tolong lihat segi positifnya lah.. Jangan jadi haters 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.