Mahasiswa UIN Arraniy Belajar tentang Hutan Leuser Bersama HAkA

Mahasiswa UIN Arraniry mengunjungi HAkA | Foto: Zuhri Jo

Banda Aceh – Belajar tak mesti melulu di dalam ruang semata namun juga perlu mengadakan kunjungan ke tempat-tempat yang bisa menjadi narasumber ilmu pengetahuan. Ini lah yang kemudian dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry, Kamis (25/10/2018). Dalam rangka memperkuat pemahaman dalam mata kuliah Advokasi Lingkungan, sekitar 25 mahasiswa UIN disertai dosen pengasuh mata kuliah, melakukan kunjungan belajar ke kantor Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA).

Pengurus HAkA yang menerima kunjungan ini adalah Badrul Irfan, SH yang ditemani oleh staf Change.org, Dhenok Pratiwi yang secara kebetulan juga sedang berada di kantor HAkA. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan platform Change.org kepada para mahasiswa.

Mahasiswa UIN Arraniry mengunjungi HAkA | Foto: Zuhri Jo

Dosen pengasuh mata kuliah Muhammad Nizar, ST,MT dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kunjungan mahasiswa ini dilakukan untuk menambah wawasan mahasiswa langsung dari pelakunya mengenai strategi advokasi lingkungan. “Jadi nanti mahasiswa dapat membandingan antara teori dan praktek-praktek yang dilakukan oleh LSM lingkungan seperti HAkA,”ujarnya.

Dhenok menjelaskan tentang Change.org kepada mahasiswa yang ternyata banyak belum mengetahui keberadaan situs petisi ini. Situs petisi ini telah berdiri sejak tahun 2012 dan mengeluarkan ratusan petisi yang berkaitan dengan advokasi sosial masyarakat. “Jika ada individu atau masyarakat yang ingin mengajukan petisi secara online maka dapat membuatnya gratis di website change.or,”kata Dhenok. Aceh merupakan salah satu daerah yang paling banyak mengeluarkan petisi dari web ini dan beberapa petisi diantaranya menuai keberhasilan. Sebut saja petisi online tentang kebakaran Hutan Gambut Rawa Tripa berhasil menarik minat ratusan ribu orang untuk menekennya.

Badrul Irfan dalam kesempatan selanjutnya menjelaskan sekilas tentang sejarah berdirinya HAkA, kerja-kerja yang dilakukan dan siapa-siapa orang yang bekerja bersama HAkA. LSM ini terutama bekerja untuk pelestarian lingkungan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) baik itu flora dan fauna. “Hutan Leuser merupakan tempat satu-satunya dimana empat satwa kunci dapat hidup bersama yaitu harimau, gajah, orangutan dan badak. Selain itu ribuan manusia menggantungkan hidupnya dari air yang bersumber dari Leuser,”jelasnya.

Saat ini KEL sedang mengalami ancaman kerusakan terutama dari pembangunan yang akan dilakukan didalamnya yaitu Bendungan Tampur. Bendungan ini akan membanjiri ribuan hektar hutan dan dikhawatirkan akan mengancam keselamatan makhluk hidup di dalamnya.

Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada pengurus HAkA tentang perlindungan lingkungan hidup dan beberapa isu lain yang terkait. Badrul Irfan sangat senang menerima kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung di masa yang akan datang.